Tes Bakat Karier

Test Bakat KarierApa tes bakat karier ? untuk menjawab pertanyaan ini sebaiknya kita fahami konsep dasarnya terlebih dahulu, pada saat ini banyak organisasi yang mengembangkan karyawannya melalui Deficit Approach pada sistem tes bakat, yaitu dengan cara mencari kelemahan seseorang dan kemudian berusaha memperbaiki kelemahannya agar menjadi kompeten, sehingga diharapkan agar yang bersangkutan dapat memberikan kinerja yang diharapkan. Dalam beberapa hal pendekatan dengan cara ini cukup baik akan tetapi dalam banyak hal tidak tepat dan ini dirasakan oleh banyak pihak karena pelatihan-pelatihan yang diberikan sama sekali tidak berdampak terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Saya menawarkan konsep yang berbeda pada tes bakat karier yaitu Strengths Approach dimana fokus diberikan kepada kekuatan seseorang (Bakat), bukan pada kelemahannya. Strengths Approach diyakini akan meningkatkan produktivitas seseorang serta menambah suasana positif dari kelompok, karena menghargai dan memanfaatkan Bakat seseorang dan membuat yang bersangkutan memiliki citra diri lebih baik sehingga tentu mendorongnya untuk bekerja pada kapasitas maksimum. Dan dalam suatu kelompok, pendekatan seperti ini akan menciptakan komunikasi yang lebih baik, sinergi maksimum, suasana lebih positif dan tentu saja hasil yang maksimal. Sedikit demi sedikit mulai terlihat jelas apa tes bakat karier itu bukan ?

tes bakat karier

Tes Bakat minat (talents mapping) digunakan untuk mengidentifikasi potensi “Bakat” individu dengan didasari pada penemuan bakat. Penggabungannya dengan skill dan pengetahuan banyak dibutuhkan dalam dunia kerja dan dapat mengidentifikasi dari mana dan bagaimana profil bakat yang dibutuhkan. Program Talents Mapping mencakup Pengukuran dan Pernyataan Kekuatan Diri (Personal Strengths Statement).
Paradigma Nature meyakini bahwa bakat terbentuk sejak 60 hari sebelum manusia dilahirkan sampai dengan 16 tahun, dan sulit untuk berubah. Diketahui bahwa setiap manusia dipastikan memiliki bakat atau karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, daripada membuang-buang waktu dengan memberikan pelatihan yang ditujukan untuk memperbaiki kelemahan, akan lebih baik bila kita berfokus pada pengembangan KEKUATAN untuk mendapakan hasil terbaik dan mensiasati KELEMAHAN yang ada.

Individual

  • Talents Mapping (tes bakat), merupakan asesmen untuk menggali bakat (karateristik produktif) dan potensi kekuatan peserta dengan tampilan hasil yang lengkap, mudah dipahami dan menarik.
  • Personal Strengths Statement, merupakan asesmen untuk mengetahui minat peserta dengan memberikan 114 klaster kegiatan untuk dipilih sesuai dengan yang dirasakan peserta.
  • Asesmen di atas membutuhkan waktu masing-masing 30 (tiga puluh) menit. Adapun Laporan hasil kedua asesmen di atas kemudian diintegrasikan kedalam bentuk diagram yang dikenal dengan nama Strength Cluster Map.
  • Strength Typology (ST-30), sebagai temuan terbaru, merupakan hasil kristalisasi dari 99 strength cluster yang terkait personality produktif, dengan memberikan berupa pilihan 30 tipologi manusia yang berkaitan erat dengan dunia kerja dan organisasi.

Asesmen Strength Typology dilakukan secara manual dalam rentang waktu yang cukup singkat sekitar 5 sampai 10 menit. ST-30 dapat dimanfaatkan diantaranya untuk:

  • Memandu pemilihan jurusan ke perguruan tinggi
  • Bahan untuk mewawancara karyawan
  • Saringan awal dalam seleksi karyawan baru, dan lain-lain

Organisasi

Job Activities Analysis, berbeda dengan Job Analysis pada umumnya, maka Job Activities Analysis ini dilakukan dengan memberi pilihan 99 klaster aktivitas sehingga mempermudah dan proses pembuatannya. Pengisian dilakukan oleh pemegang jabatan yang bersangkutan dan juga oleh atasannya langsung, dengan tujuan agar ada kesepakatan antara atasan dan bawahan tentang tugas-tugas bawahan baik butir tugas maupun bobotnya. Jumlah aktivitas untuk setiap job sebaiknya tidak melebihi 12 butir tugas.

Employee Engagement, engagement karyawan sangat mempengaruhi produktivitas seseorang sehingga sebaiknya diukur setiap 6 (enam) bulan, dan berdasarkan data tersebut, atasan langsung bertanggung jawab untuk setiap saat meningkatkan engagement score tersebut dengan cara memotivasi bawahannya. Untuk itu setiap atasan langsung wajib mengenali kekuatan dan kelemahan bawahannya agar dapat membagi tugas sesuai dengan kekuatan bawahannya.

Customer Engagement, pada akhirnya semua organisasi harus juga mengetahui kepuasan maupun motivasi pelanggan yang menggunakan jasa organisasi yang dinamakan customer engagement. Penelitian membuktikan bahwa kelompok kerja yang memiliki Customer Engagement maupun Employee Engagement tinggi memberikan kinerja yang terbaik. Demikianlah penjelasan apa tes bakat karier dan bagaimana manfaat terbaik untuk pengembangan tim diperusahaan.